Politik    Sosial    Advertorial    Ekonomi    Editorial    Hukum    Keagamaan    Kecelakaan    Kesehatan    Kriminalitas    Lingkungan    Lipsus    Musik    Sport   
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Advertorial. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Advertorial. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

[Advertorial] HIMPAUDI Ajak Anak Usia Dini Gemar Makan Ikan

TANAH BUMBU,
"Anak-anak semuanya harus gemar makan ikan. Supaya tumbuh lebih sehat dan menjadi lebih cerdas," kata Erwinda Mardani, Ketua HIMPAUDI Tanah Bumbu.

Hal itu diungkapkannya saat menyapa para anak usia dini dalam acara peringatan HUT HIMPAUDI (Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia) Kabupaten Tanah Bumbu ke 10 tahun 2015, di Kecamatan Kusan Hilir.
 
Peringatan HUT HIMPAUDI diikuti oleh sekira 500 lebih jumlah peserta yang terdiri dari para anak yang masih berusia dini, guru, dan orangtua murid, mengambil tema 'Cinta Maritim Dan AKu Suka Makan Ikan' yang secara serentak juga dilaksanakan di seluruh pelosok Indonesia. 

HUT HIMPAUDI dirangkai dengan aksi membakar ikan laut oleh masing-masing kelompok PAUD se Kabupaten Tanah Bumbu. Ditambah dengan pemberian hadiah piala kepada kelompok PAUD yang mendapat penilaian terbaik dalam aksi bakar ikan tersebut. 
Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Perikanan, H. Rahmad mengatakan, sudah selayaknya masyarakat lebih banyak menkonsumsi ikan laut, seiring melimpahnya hasil sumber daya laut yang ada di daerah. Hasil tangkapan ikan laut mencapai 46 ribu ton per tahun yang jauh lebih besar dibanding kebutuhan ikan laut di masyarakat yang hanya sekitar 14 ribu ton per tahun. 

"Artinya dalam hal ini Tanah Bumbu masih surplus dari hasil ikan laut. Bahkan tidak sedikit
ikan laut yang dipasarkan hingga ke daerah lain," kata H. Rahmad. (Relhum/Adv)

[Advertorial] Tanah Bumbu Terapkan Metode Transaksi Keuangan Online

TANAH BUMBU,
Tanah Bumbu tak henti-hentinya melakukan inovasi bagi pengembangan dan peningkatan pelayanan bagi publik. Yang terbaru, mulai Nopember 2015 ini Pemerintah Daerah sudah menerapkan metode pelayanan transaksi keuangan secara online melalui BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah).

Menurut Pj Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP, inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah tersebut bertujuan untuk lebih memperpendek rentang kendali pelayanan bidang keuangan kepada publik dan pihak ketiga.

Selain itu melalui sistem informasi pengelolaan keuangan secara online tentunya bisa memangkas beberapa birokrasi yang dianggap kurang efektif yang dapat memperlambat lajunya pertumbuhan pembangunan di daerah. 

"Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah untuk mewujudkan good goverment dan clean government serta mempercepat pembangunan di daerah," ujar Drs. H. Wahyuddin, M.AP. 

Melalui metode pelayanan online tersebut lebih mempermudah pelayanan bidang keuangan karena ada beberapa langkah atau tahapan pelayanan yang sebelumnya bisa memakan waktu beberapa hari
.
Hal senada juga dikatakan Sekdakab Tanah Bumbu, Drs. H. Said Akhmad, MM, pelayanan informasi pengelolaan keuangan secara online merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang prima. 


"Gerakan reformasi birokrasi pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas birokrasi pemerintah melalui berbagai perubahan di berbagai lini yang salah diantaranya pada penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik," ujar H. Said Akhmad.

Menurutnya Tanah Bumbu merupakan daerah pertama yang menerapkan metode layanan informasi keuangan secara online di Kalimantan Selatan. 

Sementara itu Kepala BPKAD Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, M.Sos, MM mengatakan, sebagai pelaksana inovasi dan leading sector dari pengembangan sistem pelayanan keuangan secara online, pihaknya siap untuk mendorong mewujudkan optimalisasi pelayanan publik prima bagi masyarakat sebagai bagian dari percepatan pembangunan di daerah. 

Terkait sistem layanan transasksi keuangan secara online, Rooswandi Salem menjelaskan dengan sistem tersebut segala informasi keuangan dapat diakses secara online dan real time. 

Sebagai contoh sebut Rooswandi, untuk pelayanan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), pihak ketiga seperti halnya kontraktor yang sebelumnya bisa beberapa kali datang ke kantor BPKAD hanya untuk memastikan SP2D-nya sudah selesai atau belum, kini dengan sistem online pihak kontraktor dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dapat melihat sejauh mana prosesnya berjalan. 

"SP2D yang prosesnya sudah rampung dapat dilihat melalui smartphone dengan mengakses website di www.tanahbumbukab.go.id, serta juga akan disampaikan melalui SMS info kepada pihak ketiga atau SKPD bahwa transaksi telah selesai," ujar Rooswandi.

Ditambahkannya, dengan sistem online tentunya dapat memangkas waktu dan biaya.
Informasi transaksi keuangan juga dapat dilihat melalui layar monitor yang ditempatkan di Kantor BPKAD Tanah Bumbu.

"Secara umum bisa saya gambarkan, di layar monitor tersebut akan kita tampilkan alur transaksi keuangan SP2D, informasi realisasi dan penggunaan anggaran, pendapatan daerah, serta informasi lainnya yang dapat diakses yang menu informasinya lebih dari 30 fitur informasi secara real time ditampilkan," kata Rooswandi pula.

Diuraikannya pula, dengan metode transaksi keuangan secara online itu juga, pihaknya menjanjikan proses penerbitan SP2D dapat diselesaikan dengan waktu maksimal 1 jam, dengan catatan semua dokumen yang menjadi syarat penerbitan SP2D sudah terverifikasi dan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. 

"Proses SP2D secapatnya akan kami terbitkan. Karena kami berupaya mewujudkan pelayanan yang prima dengan menerapkan akuntabilitas dan kinerja yang terukur," sebut Rooswandi.

Untuk aplikasi sistem online ujar Rooswandi, seluruh SKPD Pemkab Tanah Bumbu akan memiliki aplikasi tersebut yang tentunya dapat digunakan sebagai penunjang pengelola keuangan dan pelaporan SKPD serta sebagai acuan kinerja Aparatur yang dapat dipantau oleh pimpinan dan masyarakat.

Sebelumnya BPKAD Tanbu juga telah melaksanakan Workshop Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan yang pesertanya terdiri dari SKPD Tanah Bumbu. (Adv/Relhum)

{Advertorial] IJTI Kalsel; Memberi Makna Turut Membangun Bangsa

BANJARMASIN,
Tak terasa keberadaan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalsel sudah berjalan 4 bulan sejak Musda (Musyawarah Daerah) membentuk kembali Kepengurusan Daerah.

IJTI, sebagai kelembagaan resmi untuk para Pelaku Jurnalistik di Kalsel, sebenarnya bukan baru. Kepengurusan lembaga ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun tidak aktif dengan kegiatannya yang vakum.

Dengan Kepengurusan yang baru dibentuk, IJTI Kalsel bertekad memberi makna untuk turut membangun bangsa. Tak perlu muluk-muluk, inilah yang menjadi dasar bagi IJTI Kalsel, namun melakukan kiprah secara nyata.

Untuk mewujudkan tekad ikut membangun bangsa ini, IJTI Kalsel pada 10 Oktober 2015 lalu, melaksanakan Rapat Kerja (Raker) untuk menyusun dan membahas Program Kerja (Proker) yang terbagi menjadi Proker Jangka Pendek, Menengah dan Proker Jangka Panjang.

Bertempat di lokasi wisata Tambak Yudha Banjarmasin, Raker IJTI Kalsel dibuka oleh Ketua Pengda IJTI Kalsel, Budi Ismanto, SH (Metro TV). Selanjutnya acara diserahkan kepada Organizing Commitee; M. Haswar (Rajawali TV) dan Nanik Hayati (CNN Indonesia).

Untuk memimpin sidang pembahasan Proker, para Anggota IJTI Kalsel yang hadir sepakat memilih 2 Ketua Sidang; Imi Suryaputera (Metro TV) sebagai Ketua Sidang I, dan Franky Glenn Nayoan (TVRI) sebagai Ketua Sidang II.

Terdapat puluhan usulan yang masuk dari seluruh Anggota IJTI Kalsel yang hadir, yang satu persatu dibahas pada Raker tersebut. Namun intinya adalah seluruh peserta Raker bersepakat untuk memprioritaskan usulan-usulan yang logis dan sederhana serta memungkinkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, diantaranya Program IJTI Mengajar, Uji Kompetensi Jurnalis, dan IJTI Peduli.

Tampak hadir pada Raker tersebut beberapa Jurnalis Televisi Senior di Kalsel yakni Emir Faisal (SCTV) dan Mahdiani/Beben (MNC Grup). (Adv)

[Advertorial] Pengurus IGTKI Tanah Bumbu Periode 2015-2020 Dilantik

TANAH BUMBU,
Kepala TK Kartini Kecamatan Simpang Empat, Hj. Nurhikmah, S.Ag memimpin Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Tanah Bumbu untuk masa bakti 2015-2020 setelah dilaksanakannya konferensi Kabupaten IGTKI - PGRI Tanah Bumbu, Sabtu (6/9/15) lalu, di Mahligai Bersujud, Kapet.


Melalui sistem voting suara, Hj. Nurhikmah, S.Ag mengungguli Nana Herawati, S.Pd, MM yang merupakan Ketua IGTKI Tanah Bumbu masa bakti 2010-2015.
Ketua beserta pengurus IGTKI Tanbu masa bakti 2015-2020 dilantik langsung oleh Ketua IGTKI Provinsi Kalimantan Selatan Lisnawati,M.Pd,MM.


Hj. Nurhikmah, S.Ag mengatakan jabatan yang ia emban ini merupakan sebuah amanah dan tanggungjawab yang besar. 



"Kami mohon dukungan dan bantuannya dalam melaksanakan tugas memajukan IGTKI Tanah Bumbu," ujarnya.


Sementara itu Ketua IGTKI Propinsi Kalimantan Selatan Lisnawati, M.Pd, MM menyambut gembira dengan dilaksanakannya konferensi IGTKI Tanah Bumbu untuk memilih Ketua IGTKI masa bakti 2015-2020 yang berjalan dengan damai dan lancar.
Ia juga berpesan kepada IGTKI yang baru dilantik untuk segera menyusun program kerja secara bersama-sama untuk kemajuan dan kesejahteraan IGTKI Tanah Bumbu, dan untuk terus memberikan pembinaan kepada IGTKI Kecamatan yang tentunya berdampak pula pada kualitas dan kesejahteraan IGTKI Kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Sartono melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Abdul Latif mengatakan Pemerintah Daerah sangat terbantu dengan adanya IGTKI sebagai mitra kerja pemerintah untuk menjadikan generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter yang dimulai sejak usia dini.


Untuk membentuk generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu kata Abdul Latif, Pemerintah Daerah mulai tahun 2015 mencanangkan program 1 Desa 1 PAUD. Ini merupakan wujud nyata dari Pemerintah Daerah untuk menyiapkan generasi Tanah Bumbu yang cerdas, berkualitas, dan berkarakter.


Adapun tema pada Konferensi IGTKI Tanah Bumbu yaitu "Melalui Kongres Kabupaten IGTKI - PGRI Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Guru Taman Kanak - Kanak Dalam Wadah IGTKI - PGRI Yang Sehat, Kuat, dan Bermartabat".

Konferensi dihadiri pula oleh Ketua dan Anggota IGTKI Kecamatan se Kabupaten Tanah Bumbu, Kasi Anak Usia Dini Dinas Pendidikan Tanah Bumbu Sumarman, S.Pd serta tamu undangan lainnya. (Relhum/Adv)

[Advertorial] Pj Bupati Tanah Bumbu Kunjungi Warga di Perbatasan

TANAH BUMBU,
Menjelang didadakannya Pemilukada di Tanah Bumbu, Pj Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP menyempatkan diri mengunjungi warga Tanah Bumbu yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Banjar, Selasa (3/11/15).

Yang menjadi tujuan kunjungan tersebut adalah warga Desa Dadap Kecamatan Kusan Hulu. Kepada warga disini Pj Bupati Tanah Bumbu berharap partisipasi warga lebih meningkat untuk mengikuti Pemilukada tahun 2015 ini daripada Pemilukada yang lalu.
 
Menurut Pj Bupati, satu dari tugasnya adalah untuk mengantarkan pelaksanaan Pemilukada tahun 2015 berjalan dengan baik. Untuk itulah ia berjanji akan terus berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik ke masyarakat khususnya yang berada di wilayah perbatasan. 


Masih minimnya sarana pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut saat ini akan menjadi tugas besar seluruh jajaran Pemerintah Daerah untuk bisa mewujudkan. 


"Melalui musyawarah dan aspirasi masyarakat disini, kami akan usahakan agar sarana pendidikan dan kesehatan nanti dapat segera terpenuhi, supaya kesejahteraan masyarakat bisa lebih merata," kata Wahyuddin.


Pj Bupati pun bersyukur berkat pelaksanaan program 1 Milyar 1 Desa di Kabupten Tanah Bumbu, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Desa Dadap saat ini terealisasi. Jalan desa sepanjang 13 km yang awalnya rusak berat di desa tersebut saat ini sudah diperbaiki hingga tahap pengerasan dengan menelan biaya sekira Rp 600 juta. 

"Setidaknya kondisi ini bisa kita syukuri. Selanjutnya kami akan berupaya melengkapai sarana kebutuhan masyarakat yang lain," ujarnya. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP)

TANAH BUMBU,
Pemkab Tanah Bumbu melalui Kantor Ketahanan Pangan Daerah (KPD) terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Pendamping Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui Pelatihan.
 
Sebanyak 12 orang tenaga P2KP yang diikutkan pelatihan oleh KPD di Batulicin, Selasa (6/10/15) lalu. Hal ini agar lebih memiliki wawasan yang luas dalam menangani kebutuhan pangan di Tanah Bumbu.

Kepala KPD Tanah Bumbu, Ir. Akhmad Fauzi mengatakan, pelatihan bagi Tenaga Pendamping itu sekaligus dimaksudkan untuk memberi pedoman atau acuan yang digunakan oleh tenaga pendamping agar dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan menjadi lebih optimal.
 
 
�Pelatihan ini dilaksanakan menyusul adanya dana bantuan sosial dari Pemerintah Pusat untuk kelompok tani, sehingga perlu adanya bimbingan dalam hal pengelolaan dana bantuan sosial tersebut agar sesuai dengan aturan dan tepat sasaran,� kata Fauzi.

Dalam pelatihan tersebut tambah Fauzi, juga disampaikan materi tentang budidaya bawang merah, dan jenis tanaman sayur yang lain, sehingga ke depannya diharapkan setiap Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dapat ditanami berbagai jenis tanaman pangan khususnya bawang merah, sebab ketersediaanya penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
Menurut Fauzi pula, dalam hal pemanfaatan lahan pekarangan rumah melalui program KRPL tidak harus terfokus jenis tanaman tertentu saja. Justru harus menanam berbagai jenis tanaman yang beraneka ragam seperti sayuran, tanaman obat keluarga (Toga) kolam ikan, ternak yang semuanya itu bisa dikonsumsi oleh keluarga dan berfungsi demi untuk meningkatkan asupan gizi keluarga.
Tanaman yang dihasilkan dari pekarangan rumah sendiri kualitasnya dianggap lebih terjamin karena dapat terhindar dari zat kimia seperti pestisida.  
 
�Pemanfaatan lahan pekarangan tujuan utamanya untuk konsumsi keluarga dan menambah gizi keluarga, dan  kalau ada kelebihan hasilnya bisa untuk menambah pendapatan perekonomian keluarga,� tegas Fauzi.
 
Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut antara lain sistem Pengelolaan Kebun Bibit Desa, Pemanfaatan Tekhnologi Budidaya Tanaman di Pekarangan, serta Titik Ungkit Keberhasilan dan Keberlanjutan KRPL.
Narasumbernya didatangkan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Propinsi Kalimantan Selatan yaitu Ir. Retno Qomariah, M.Si, Ir. Yanuar Pribadi, M.Si, dan Mukarji, SP. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Temu Teknis PPL Tingkat Kabupaten Tanah Bumbu

TANAH BUMBU,
Dalam Rangka Meningkatkan Sinergitas Program Pembinaan Pelaku Utama Pelaku Usaha Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Pemkab Tanah Bumbu melalui Badan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Tanah Bumbu melaksanakan Temu Teknis Penyuluhan Tingkat Kabupaten, Rabu (4/11/15) lalu, di Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat.

Panitia Pelaksana Temu Teknis Penyuluh, Burhanudin, SP mengatakan, keberhasilan pembangunan sektor ketahanan pangan tidak hanya oleh Pemerintah Daerah saja, tetapi juga karena adanya peranan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dalam memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para petani.


Melalui Temu Teknis Penyuluh ini ujar Burhanuddin, diharapkan dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) PPL khususnya dalam pengetahuan pemanfaatan teknologi guna pengelolaan sektor ketahanan pangan yang berkelanjutan.


Adapun jumlah PPL yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu hingga tahun 2015 sebanyak 121 Orang dan 29 orang Tenaga Penyuluh Swadaya.


Sementara itu Pj Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP saat membuka Temu Teknis Penyuluh mengatakan PPL harus memiliki terobosan dalam memberikan informasi kepada petani. Selain itu koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga harus dilakukan.


Menurutnya koordinasi sangat penting, sehingga kendala yang dihadapi dapat terselesaikan. Jangan sampai permasalahan tahun ini muncul kembali pada tahun berikutnya.

Dalam kesempatan itu Pemkab Tanah Bumbu memberikan penghargaan kepada Kelompok Tani yang telah berhasil melakukan tanam padi 2 kali dalam 1 tahun. 


Penyerahan piagam kepada kelompok tani tersebut diserahkan langsung oleh Pj Bupati Tanah Bumbu dan Kepala BP4K Tanah Bumbu, H. Mustaing kepada perwakilan kelompok tani. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Perilaku Koruptif Karena Tak Amalkan Pancasila

TANAH BUMBU,
Maraknya korupsi melalui  penyalahgunaan wewenang, merupakan satu bentuk kurangnya pemahaman nilai-nilai Pancasila yang menjadi haluan dalam membentuk kepribadian Bangsa Indonesia.?

?Hal ini dikatakan Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setkab Tanah Bumbu, Drs. H. Idjra'i saat menjadi Pemimpin Upacara sekaligus membacakan sambutan Penjabat Bupati Tanah Bumbu dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati, Kamis (01/10/15) lalu.?


?Ia menambahkan, perilaku korupsi akan mempengaruhi tatanan moral yang sudah tersistematis dalam penyelenggaraan Pemerintahan. Pada gilirannya akan menumbuhkan preseden buruk di mata masyarakat.?


?Perilaku tersebut sambung Idjra'i, sudah jelas telah merugikan Negara sekaligus merugikan masyarakat. Namun demikian kondisi ini tidak bisa dibiarkan, perlu adanya kesadaran secara kolektif agar tindakan tersebut tidak menjadi budaya yang jelas bertentangan dengan Pancasila.?


?

"Kita semua baik Aparatur Pemerintah dan masyarakat harus mengabaikan sikap yang lebih mementingkan kelompok, tetap mengedepankan rasa keadilan kepada pihak manapun," ungkap Idjra'i.?

?Melalui kesempatan ini pinta Idjra'i, para Aparatur Pemerintah Daerah harus tetap berkerja secara profesional. 


"Jadikan Pancasila sebagai  pedoman dalam membentuk mental dan kepribadian Aparatur, sehingga perbuatan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dapat dihindari," imbaunya.?

?Sementara itu pelaksanaan peringatan Hari Kesaktian Pancasila berlangsung hikmad. Tidak saja dihadiri unsur Staf dan Pejabat di jajaran Pemkab Tanah Bumbu. Acara juga dihadiri beberapa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, unsur TNI dari Kodim 1022 serta unsur Polri dari Polres Tanah Bumbu serta anggota DPRD Tanah Bumbu. (Hum/Adv)

[Advertorial] Pemilukada di Tanah Bumbu Ditargetkan Lebih 85 Persen Pemilihnya

TANAH BUMBU,
Pemilukada Serentak semakin mendekati tanggal pelaksanaan, yakni tanggal 9 Desember 2015.

Pemerintah Pusat menargetkan jumlah pemilih Pilkada secara serentak di Indonesia tahun ini diharapkan bisa mencapai lebih dari 75 persen.Sedangkan di tanah Bumbu dengan adanya sosialisasi yang dilakukan di masyarakat dan persiapan dari KPU jumlah pemilih Pilkada akan mencapai lebih dari 85 persen.
 
Pelaksanaan pesta demokrasi ini diharapkan oleh semua pihak akan berjalan aman tanpa sedikitpun menimbulkan kericuhan di tengah masyarakat.

Untuk itulah Pj Bupati tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP menghadiri Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pilkada Serentak di gedung Ecopark Jakarta beberapa waktu lalu.

�Sebagaimana diharapkan Presiden, pelaksanaan Pilkada 2015 harus berjalan aman. Semua instansi dari masing-masing daerah diharapkan semaksimal mungkin melakukan persiapan pelaksanaan Pilkada tersebut,� kata Darmiadi, M.AP, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanah Bumbu yang ikut mendampingi Pj Bupati Tanah Bumbu. 

  
Ditambahkan Darmiadi, melalui Pilkada tersebut seluruh elemen masyarakat diharapkan turut berpartisipasi dalam menentukan Calon Kepala Daerah yang dikehendaki. Tahapan sosialisasi sekaligus Rakor baik dengan masyarakat maupun instansi terkait akan terus dilakukan sebelum Pilkada berlangsung, termasuk juga melakukan Rakor dengan para Camat, Lurah atau Kepala Desa, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat agar mereka semua dapat semaksimal mungkin mendukung jalannya pelaksanaan Pilkada dengan baik.

Menurut Darmiadi pula, inilah Pilkada pertama dalam sejarah bangsa yang dilaksanakan secara serentak. Pilkada tersebut akan menjadi penentu awal pelaksanaan roda pembangunan selama 5 tahun ke depan bagi daerah yang melaksanakan. 

�Oleh sebab itu saya harapkan masyarakat semuanya bisa memilih Calon Kepala Daerah melalui Pilkada tersebut. Jangan sampai justru mereka banyak yang tidak memilih atau masuk kategori Golput,� tegas Darmiadi. 

Sebagaimana yang ditargetkan oleh pemerintah pusat, katanya, jumlah pemilih Pilkada secara serentak di Indonesia tahun ini diharapkan bisa mencapai lebih dari 75 persen.
Namun pihaknya yakin, berkat adanya sosialisasi yang dilakukan dimasyarakat dan persiapan dari KPU jumlah pemilih Pilkada di Kabupaten Tanbu akan mencapai lebih dari 85 persen. (Adv/AR/Relhum)

[Advertorial] Donor Darah Peringati HUT PMI

TANAH BUMBU,
Memperingati HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke 70, PMI cabang Tanah Bumbu menggelar donor darah di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (05/10/15) lalu.?

?Diikuti jajaran Pemkab Tanah Bumbu, tak ketinggalan unsur TNI dan Polri turut serta menyumbangkan darahnya.?

?"egiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi kurangnya ketersediaan darah yang ada di RSUD Andi Abdurahman Noor Batulicin. Ditargetkan sekira 250 kantong darah yang tersedia dapat memenuhi harapan dalam kegiatan donor darah ini, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasien dari ketersediaan darah tersebut," ujar Gusti Hidayat, Ketua Cabang PMI tanah Bumbu.?

?Mengingat pada tiap bulannya RSUD sangat membutuhkan ketersediaan sekira 200 kantong lebih. Persoalan lainnya ketersediaan yang ada di RSUD lebih banyak darah yang bergolongan O, sementara pasien yang membutuhkan lebih banyak golongan darah A atau AB.? 


?"Untuk memenuhinya kami dari pihak PMI Cabang Tanah Bumbu mengimbau kepada semua lapisan masyarakat yang memiliki golongan darah A atau AB, agar kiranya bersedia secara sukarela menyumbangkan darahnya ke PMI setempat," kata Gusti Hidayat pula.

Kegiatan HUT PMI tersebut tidak saja mengadakan kegiatan donor darah, juga dirangkai dengan Pemeriksaan Kesehatan gratis dari pihak PMI Kabupaten Tanah Bumbu. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Tanah Bumbu Raih WTP Kedua Kalinya

TANAH BUMBU,
Pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemkab Tanah Bumbu atas keberhasilannya  dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2014.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan, Bambang P. S Brodjonegoro kepada Penjabat (Pj) Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, MAP pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2015, di Jakarta, Jumat (2/10/15).

Penghargaan itu merupakan penghargaan WTP kedua kalinya yang diterima oleh Pemkab Tanah Bumbu. Sebab penghargaan yang sama sebelumnya juga diperoleh atas keberhasilnya menyusun dan menyajikan LKPD tahun anggaran 2013.

Penjabat Bupati Tanah Bumbu menyambut gembira atas prestasi WTP yang diraih Pemkab Tanah Bumbu selama 2 tahun berturut-turut tersebut. Penghargaan itu menjadi bukti keseriusan Pemkab dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Termasuk ini juga menjadi bukti upaya kerjakeras seluruh jajaran SKPD dalam mewujudkan sistem tata kelola keuangan yang lebih baik," kata Pj Bupati.

Ia juga mengatakan pengelolaan keuangan yang baik tidak dapat terwujud tanpa adanya komitmen dari Kepala Daerah dan jajaran SKPD.

Wahyuddin berharap jajaran Pemkab Tanah Bumbu ke depannya juga harus mampu mempertahankan prestasi terbaik yang diraihnya tersebut. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengupayakan agar penghargaan tersebut dapat dijadikan motivasi dan spirit kita semua agar lebih meningkatkan kinerja yang maksimal dalam hal memberikan pelayan publik sehingga berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat di Tanah Bumbu.

"Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat adalah sangat penting. Mari kita menjadikan penghargaan ini sebagai dasar motivasi kita semua dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Wahyuddin.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan turut menyambut baik atas dilaksanakannya Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2015.

Pelaksanaan Rakernas dianggap sebagai bentuk langkah nyata bagi pemerintah dalam memelihara dan meningkatkan komitmen bersama sekaligus menumbuhkan sinergisitas para pengelola keuangan negara baik di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Sebab sistem pengelolaan keuangan negara yang baik adalah unsur yang utama dalam mencapai tujuan tata kelola pemerintahan yang baik," kata Darmin Nasution dalam acara Rakernas yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, para Eselon I dan II dari sejumlah kementerian serta sejumlah Gubernur, Bupati dan Walikota itu.
Menurut Darmin Nasution, besaran nilai APBN yang kini semakin meningkat dari tahun ke tahun telah  menuntut pengelolaan sistem keuangan yang baik, tertib, dan berorientasi kepada hasil. Oleh sebab itu sebagai penyelenggara negara pemerintah juga harus dapat melakukan penyusunan laporan keuangan pemerintah yang lebih berkualitas dan tepat waktu.

Darmin pun mengapresiasi  terhadap lembaga Kementerian, Lembaga Negara, dan sejumlah Pemerintah Daerah lain yang juga berhasil meraih opini terbaik.

Seiring berlangsungnya Rakernas tahun 2015 yang bertema  "Impelementasi Akuntansi Pemerintahan Berbasis Aktual : Era Baru Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Indonesia" prestasi opini WTP dianggap sangat relevan untuk membangun semangat bersama dalam merumuskan strategi  dalam mencapai laporan keuangan dengan kualitas terbaik di era baru pelaporan keuangan pemerintahan berbasis aktual.

"Dan hendaknya prestasi itu dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang oleh setiap daerah," pinta Darmin. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Sosialisasi Undang Undang Bagi Aparatur Desa

TANAH BUMBU,
Ratusan peserta yang terdiri Aparatur Pemerintahan Desa di Kecamatan Karang Bintang mengikuti Sosialisasi Undang-Undang (UU)  yang dilaksanakan oleh Bagian Hukum Setdakab Tanah Bumbu di Kantor Camat Karang Bintang, Rabu (4/11/15).


Kepala Bagian Hukum Setdakab Tanah Bumbu, Ikhsan Budiman, SH melalui Kasubag Bantuan Hukum dan HAM, M. Jailani, SH mengatakan, sosialisasi UU tersebut dilaksanakan karena mengingat masih banyaknya Aparatur Pemerintahan di desa yang belum memahami UU secara mendalam.


Dengan sosialisasi tersebut diharapkan nantinya Aparatur Desa dapat memahami UU dan persoalan yang terjadi d imasyarakat dapat terselesaikan.


�Setidaknya Aparatur Pemerintahan di desa bisa memberikan solusi atau mengarahkan ke instansi terkait jika terjadi persoalan yang terjadi di masyarakat,� ujar M. Jailani.
Terkait Sosialisasi UU dikatakan M. Jailani, Pemkab Tanah Bumbu sangat gencar dalam memberikan sosialisasi kepada Aparatur Pemerintah maupun masyarakat. Setidaknya semua Kecamatan dilaksanakan sosialisasi UU.


�Sosialisasi dilakukan di seluruh Kecamatan. Tapi materi yang diberikan berbeda-beda sesuai dengan karateristik dan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayahnya,� ujar M. Jailani. 
Ditambahkan, kebanyakan sosialisasi yang dilakukan berdasarkan persoalan yang sedang berkembang di masyarakat.


Seperti halnya di Kecamatan Karang Bintang ujar M. Jailani, pihaknya melaksanakan sosialisasi dengan materi yang disampaikan yaitu mengenai UU Agraria, UU Perkawinan, UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU Tentang Narkoba, serta Kewenangan Pengadilan Agama Batulicin.


Adapun peserta sosialisasi yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa. Sedangkan Narasumber dari Polres, Badan Pertanahan Nasional, Pengadilan Agama dan dari Bagian Hukum Setdakab Tanah Bumbu. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Manajemen Illahiyah di Tanah Bumbu Terus Berlanjut

TANAH BUMBU,
Pelaksanaan pembangunan bidang keagamaan di Kabupaten Tanah Bumbu, atau penerapan manajemen illahiyah yang telah dicanangkan oleh H.M. Zairullah Azhar masih terus berlanjut dan dilaksanakan oleh Pemkab Tanah Bumbu dibawah kepemimpinan Mardani H Maming.

Bagian dari Implementasi manajemen illahiyah yang dilaksanakan saat ini yaitu dengan mendorong dan mendukung kehidupan beragama di Tanah Bumbu. Dari sekian banyak dukungan terhadap pembangunan bidang keagamaan yaitu dengan diberangkatkannya Muhammadiyah Tanah Bumbu untuk mengikuti Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar Sulawesi Selatan belum lama tadi.
 
�Kami mengucapkan terimasih kepada Pemkab khususnya pada Bupati, Mardani H Maming dan Wakil Bupati, Difriadi Darjat yang selama ini terus memperhatikan dan mendukung perkembangan kemajuan Muhammadiyah di Kabupaten Tanah Bumbu,� ujar  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tanah Bumbu, Parhan Pasi saat menyampaikan sambutan pada pertemuan rutin dan pengajian Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tanah Bumbu yang dilaksanakan di Mesjid Annidzam Pagatan Kecamatan Kusan Hilir, akhir Agustus lalu.
 
 
Dikatakan Parhan Pasi, atas dukungan nyata dari Pemkab maka  sebanyak 176 orang warga dan simpatisan diberangkatkan untuk mengikuti Mukatamar Muhammadiyah di Makassar. 
 
�Tanpa dukungan dana dari Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu mungkin kita tidak bisa mengirim peserta sebanyak itu,� ujar Parhan Pasi. 
 
Sementara itu Pengurus Cabang Muhammadiyah Pagatan, Andi Satria Jaya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tanah Bumbu yang selalu memperhatikan Muhammadiyah.
Menurut Andi Satria Jaya, dukungan dana tersebut merupakan implementasi dari penerapan manajemen illahiyah di Tanah Bumbu. 
 
 �Tidak benar kalau manajemen illahiyah sudah ditinggalkan Pemerintah Daerah. Berbagai bantuan untuk perkembangan pembangunan terus berlanjut hingga sekarang,� ujarnya. (Relhum/Adv)

[Advertorial] Atlet PODSI Tanah Bumbu Persembahkan 4 Medali Harumkan Nama Kalsel

TANAH BUMBU,
Tim Perahu Naga Kabupaten Tanah Bumbu membawa harum nama ProPinsi Kalimantan Selatan di ajang Losari Dragon Boat International Festival 2015, di Makassar Sulsel, yang digelar dari 7 dan 8 Nopember 2015 lalu.
 
"Kita meraih 4 medali di kejuaraan Losari Dragon Boat International Festival 2015," ujar Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Tanah Bumbu, Syamsisar, S.Pd.I.



Sebanyak 4 medali tersebut yaitu 1 medali Perak di Kategori Mix Internasional dan 3 medali Perunggu di Kategori Mix Nasional, Men Nasional, dan Men Internasional.


Menurut Syamsisar, 4 medali yang diraih tersebut melalui perjuangan yang melelahkan karena harus bersaing dengan 42 Tim Dayung yang memiliki fisik dan stamina yang kuat seperti Tim Dayung Lantamal VI dari TNI AL, Tim Dayung Armed dari TNI AD, PODSI Makassar, PODSI Surabaya, Pertamina dan lainnya.



"Tim Dayung yang dihadapi tidaklah mudah karena harus menghadapi Tim Dayung dari negeri sendiri dan juga dari Malaysia dan Iran, yang mana Atlit dari Iran yang memiliki postur tubuh tinggi dan kuat. Namun dengan semangat juang yang tinggi dan tak mengenal lelah sehingga Tim Dayung Perahu Naga Tanah Bumbu berhasil masuk final dan meraih juara 2 dan 3," ungkap Syamsisar pula.

Ditambahkannya, Tim Perahu Naga yang dibawa mengikuti Losari Dragon Boat tersebut terdiri dari pelajar SLTA dan SLTP.


Menurut Syamsisar pihaknya sempat grogi melihat Tim Dayung Perahu Naga dari Tim lain yang terdiri dari orang dewasa yang merupakan atlet Pelatnas, Pra PON, dan Atlet Mancanegara.

"Anak-anak menunjukkan perjuangan yang hebat di babak final. Ini karena latihan, adanya pembinaan, serta seringnya mengikuti lomba-lomba sehingga mental anak-anak menjadi lebih baik," tutup Syamsisar. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Pj Bupati Tanah Bumbu Kagumi Kain Tenun Khas Pagatan

TANAH BUMBU,
Pj Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP bersama jajaranya belum lama tadi mengunjungi sentra pengolahan Kain Tenun Khas Pagatan yang ditangani langsung oleh lembaga usaha Koperasi Kain Tenun Pertiwi di Desa Mudalang Kecamatan Kusan Hilir.

Kehadiran Pj Bupati yang secara langsung ingin melihat proses pembuatan tenun khas pagatan tersebut telah disambut baik Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM), Andi Hasdar, SE, MM dan Camat Kusan Hilir, Nahrul Fajeri, S.Pd, M.Pd.

"Kain Tenun Khas Pagatan adalah warisan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Jangan sampai tenun ini hilang dimakan jaman karena minat pembuatnya mengalami penurunan," kata Pj Bupati.

Kain tenun khas Pagatan tambahnya, sejauh ini cukup dikenal masyarakat di seluruh pelosok Kalsel bahkan sampai ke Mancanegara. Jadi sudah semestinya Pemerintah Daerah saat ini dapat lebih gencar lagi untuk melestarikan tradisi pembuatan kain tenun tersebut sebagai ikon budaya lokal yang tidak dimiliki oleh daerah lain. 

Kain Tenun Khas Pagatan menurut Pj Bupati, juga memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri dibandingkan Kain Sasirangan yang hakikatnya juga menjadi ciri khas pakaian adat masyarakat di wilayah Kalsel. Oleh sebab itu ujarnya, kita wajib bersama-sama untuk menjaga dan melestarikan khazanah budaya leluhur tersebut.

H. Wahyuddin pun tampak kagum saat melihat secara langsung betapa rumitnya proses pengolahan kain tenun khas Pagatan. Perlu waktu berbulan-bulan untuk dapat menghasilkan selembar kain tenun khas Pagatan mengingat proses pembuatanya masih sangat tradisional. 

"Tentunya kualitas tenun yang dihasilkan jadi lebih elegan dan bermutu tinggi,� cetus H. Wahyuddin.

Pada sisi lain ia pun meminta ke pihak Disperindagkop dan UKM agar dapat terus berinovasi guna mempromosikan keberadaan tenun khas Pagatan. Melalui promosi itu diharapkan tidak hanya mampu menjadikan Tanah Bumbu sebagai daerah sentra produksi tenun, tetapi juga dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha tradisional tersebut. 

"Khususnya para pengrajin yang sudah bertahun-tahun memproduksi tenun Pagatan harus dapat disejahterakan," kata Pj Bupati pula.

Ia meminta kepada instansi terkait agar dapat memberikan pembinaan terus-menerus terhadap para pengrajin baik melalui keterampilan untuk mengembangkan motif maupun dalam bentuk pemberian tambahan modal usaha.

Sementara itu Andi Hasdar, SE, MM melalui Kasi Bina Produksi Fityanto S.Pd, mengatakan sejauh ini pemerintah daerah juga sudah berusaha mendorong agar proses pembuatan Kain Tenun Khas Pagatan bisa tetap lestari. Upaya itu dilakukan melalui program pelatihan yang diberikan terhadap pemula dengan usia muda untuk dilatih mengolah kain tenun khas pagatan.

�Minat pemula yang rata-rata usia produktif terus kami bina dan kami latih,� demikian disampaikan Fityanto, Kasi Bina Produksi pada Disperindagkop dan UKM Tanah Bumbu. (Relhum)

[Advertorial] Peluncuran Kartu IUMK Kerjasama Pemkab Tanah Bumbu dan BRI

TANAH BUMBU,
Pemkab Tanah Bumbu bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan Kartu Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), yang secara simbolis diserahkan oleh Pj Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP kepada 2 orang perwakilan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada acara Rapat Koordinasi dan Launching Kartu IUMK serta Pelimpahan Wewenang Pemberian IUMK Kepada Kecamatan di Tanah Bumbu, Selasa (3/11/15) lalu, di Kantor Bupati Tanah Bumbu.

Dihadiri oleh seluruh Camat se Tanah Bumbu, Lurah, Perbankan, dan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo). 

Kepala Bagian Bisnis Pangan dan Kemitraan Bank BRI Kantor Wilayah Banjarmasin, Darmanto mengatakan, BRI diberikan kepercayaan penuh oleh Pemerintah untuk menerbitkan Kartu IUMK, yang dengan Kartu tersebut para pelaku usaha akan mendapatkan kemudahan dalam hal akses pembiayaan ke lembaga keuangan Bank. 

"Persoalan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha yaitu terhambatnya akses pembiayaan dari Bank dikarenakan persyaratan perijinan dan lainnya serta tahapan-tahapan yang rumit dan prosesnya relatif lama," ujar Darmanto.

Selain itu tambah Darmanto, Kartu IUMK juga dapat digunakan sebagai ATM serta berfungsi untuk membantu pemerintah dalam hal membangun database UMKM. Darmanto mengatakan pihaknya juga menyambut baik dengan pendelegasian wewenang pemberian UIMK kepada Kecamatan, sehingga untuk memperoleh perijinan menjadi lebih mudah lagi atau cukup ke Kecamatan saja.
Ijin yang diberikan oleh Camat tersebut nantinya akan diverifikasi dan datanya akan terhubung secara otomatis ke BRI, yang selanjutnya akan menerbitkan Kartu UIMK tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Tanah Bumbu, Andi Hasdar, SE, MM mengatakan, untuk mempermudah pelaku usaha dalam hal memperoleh ijin usaha maka Pemerintah Daerah telah mendelegasikan kewenangan IUMK ke Kecamatan.

Menurutnya dengan IUMK tersebut maka pelaku usaha mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam berusaha di lokasi yang telah ditetapkan dan mendapatkan pendampingan untuk pengembangan usaha. Selain itu pelaku usaha juga akan mendapatkan kemudahan dalam akses pembiayaan ke lembaga keuangan bank dan non bank, serta mendapatkan kemudahan dalam pemberdayaan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan lembaga lainnya. 

Untuk target IUMK di Tanah Bumbu sebut Andi Hasdar, Pemerintah Daerah menargetkan sebanyak 1.000 IUMK di tahun 2015.


Para pelaku usaha atau UMKM di Tanah Bumbu agar memiliki IUMK sehingga mendapat kepastian dan perlindungan dalam menjalankan usaha dan mendapatkan kemudahan untuk akses fasilitas permodalan dan perbankan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Propinsi Kalimantan Selatan, Drs. H. Bambang Superiadi mengatakan Kartu IUMK merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam hal pengembangan usaha kecil.

Hal senada juga dikatakan Pj Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP yang mengatakan, hendaknya proses pemberian IUMK sebagaimana yang dihendaki oleh Presiden RI, Joko Widodo paling lambat diterbitkan 1 hari kerja sejak pendaftaran diterima, lengkap, dan benar.

Pj. Bupati Tanah Bumbu mengarahkan agar Disperindagkop dan UKM Tanah Bumbu untuk terus dan gencar melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha khususnya pada hal-hal teknis sehingga pelaku usaha dapat berhasil dan sukses menjalankan usahanya yang tentunya akan berdampak pada tingkat kesejahteraan para pelaku usaha itu sendiri. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Pemkab Tanah Bumbu Dorong Profesinalisme PNS

TANAH BUMBU,
Pemkab Tanah Bumbu melalui Bagian Organisasi melaksanakan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) evaluasi jabatan pegawai guna mendorong peningkatan kualitas kinerja PNS yang lebih profesional.

Kepala Bagian Organisasi, M. Yusri melalui Kepala Sub Bagian Analisis Formasi Jabatan, Abdul Malik mengatakan, evaluasi jabatan merupakan bagian penting dari proses manajemen SDM untuk mengukur bobot jabatan sekaligus menghasilkan nilai dan kelas jabatan yang sesuai dalam sistem aparatur pemerintahan.
 
"Evaluasi jabatan ini dilakukan untuk menentukan nilai yang akan digunakan untuk penentuan kelas jabatan. Hasil evaluasi jabatan yang berupa nilai dan kelas jabatan juga dapat digunakan dalam program kepegawaian seperti penyusunan formasi, sistem karir, kinerja, pemberian tunjangan serta sistem penggajian,� katanya pada saat pelaksanakan Bimtek evaluasi jabatan pegawai di Gedung Mahligai Bersujud.
 
 
Pelaksanaan Bimtek diikuti peserta dari seluruh instansi SKPD dengan dasar materi yang berupa Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2011 Tentang Pedoman Evaluasi Jabatan.
 
Nilai dan kelas suatu jabatan nantinya akan digunakan untuk menentukan besaran gaji secara adil, layak, dan selaras sesuai beban kerja dan tanggungjawab jabatan tersebut
Evaluasi jabatan menggunakan metode Faktor Evaluasi Sistem (FES) yang terdiri dari ruang lingkup dan dampak program, pengaturan organisasi, wewenang penyeliaan, dan manajerial hubungan personal, serta tingkat kesulitan dalam pengarahan pekerjaan dan kondisi lain.
 
"Penyusunan nilai dan kelas suatu jabatan ini sangat penting untuk dilaksanakan karena ke depannya sistem penggajian pegawai negeri berdasarkan 3 komponen yaitu gaji pokok, tunjangan kerja dan tunjangan kemahalan," ucap Abdul Malik.
 
Ia juga mengatakan setiap pegawai negeri akan mendapatkan besaran gaji yang berbeda.
 
Sementara itu Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming melalui Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Bakhriansyah mengatakan, untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih dari KKN serta menciptakan PNS yang profesional maka diperlukan peningkatan kualitas SDM.
 
"Saat ini Bimtek dilaksanakan untuk kalangan PNS. Bimtek ini merupakan langkah serius pemerintah untuk menciptakan PNS yang profesional," ujar Bakhriansyah.
 
Ia menambahkan, menyusul adanya Bimtek, Pemerintah Daerah menghendaki agar pegawai negeri di Tanah Bumbu dapat menjalankan tugasnya secara profesional sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih maksimal.
3 prinsip penting dalam hal pekerjaan yang berupa komukasi, koordinasi, dan implementasi harus lebih dikedepankan demi tecapainya hasil kerja yang baik sebagaimana yang diinginkan. (Relhum/Adv)

[Advertorial} Pengurus FKUB Tanah Bumbu Dikukuhkan

TANAH BUMBU, 
Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanah Bumbu Masa Bhakti 2015-2020 dikukuhkan, dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Tanah Bumbu, Jumat (9/10/15) lalu.

Sebanyak 17 Anggota Pengurus FKUB terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota dikukuhkan oleh Penjabat Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP.

Pengukuhan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 188.46/457/Kesbangpol/2015 tentang Pembentukan Dewan Penasehat dan Pengurus FKUB Kabupaten Tanah Bumbu Periode 2015-2020.

Terpilih menjadi Ketua FKUB yaitu Darmiadi, M.AP, Wakil Ketua I, Ust. Amiruddin, S.Ag, Wakil Ketua II, Johanes.


Adapun tugas dari Pengurus FKUB periode 2015-2020 nanti meliputi; (1) melakukan dialog dengan Pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat, (2) menampung aspirasi organisasi masyarakat, keagamaan, dan aspirasi masyarakat, (3) menyalurkan aspirasi organisasi keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan Bupati, (4) melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat, dan (5) memberikan rekomendasi tertulis dan permohonan pendirian rumah ibadah.

Drs. H. Wahyuddin, M.AP dalam sambutannya mengatakan, FKUB merupakan mitra kerja Pemerintah dalam melakukan pembinaan terhadap umat-umat beragama sehingga keberadaan FKUB begitu penting untuk menciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis.

Bertepatan dengan pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) yang juga dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, M.AP mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat di bersama dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan lainnya untuk bersama-sama secara aktif menjaga situasi di daerah agar kondusif baik pada saat menjelang, sedang, maupun pasca Pilkada.

"Mari Kita sukseskan Pemilukada di Kabupaten Tanah Bumbu agar berlangsung dengan aman, lancar, dan damai," pinta Drs. H. Wahyuddin, M.AP. (Adv/Relhum)

[Advertorial] Tanah Bumbu Calon Penerima Penghargaan Bidang Kesehatan

TANAH BUMBU,
Komitmen Pemkab Tanah Bumbu dalam mewujudkan realisasi program kesehatan masyarakat yang lebih merata, mandiri, dan berkeadilan sesuai dengan Visi dan Misi Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Tim Verifikasi Kemenkes, Selasa (6/10/15) lalu, berkunjung ke Kabupaten Tanah Bumbu dalam rangka melakukan verifikasi data dan melihat langsung kenyataan di lapangan terkait program dan kebijakan Pemkab Tanah Bumbu bagi masyarakat di Bidang Kesehatan.


Tim terdiri dari Kepala Pustanserdik Kemenkes, Dra Meinarwati, Apt. M.Kes selaku Ketua Rombongan dan anggotanya antara lain Ismawiningsing, SKM, MKM, drg Dian Muliani, MPH, Febrina Wulan, SKM, dan Putri Nur Hanifah, SKM disambut oleh Penjabat Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyuddin, MAP, Sekdakab Tanah Bumbu, Drs. H. Said Akhmad, MM serta Pejabat di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu.

Mereka juga didampingi oleh Suroto, SKM, M.Kes dari Poltekkes Banjarbaru, Drs. Akhmad Fauzi dan Hendra Fitriadi, SKM dari Dinkes Propinsi Kalimantan Selatan, serta Kepala Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu, dr. Hijaz Nuhung, M.Kes.  

Dra. Meinarwati, Apt, M.Kes, mengatakan  kedatangan Tim Verifikasi Kemenkes RI ke Tanah Bumbu bertujuan untuk melakukan verifikasi dan mendapatkan keterangan langsung dari pemerintah daerah Tanah Bumbu, terkait dukungan pemerintah di bidang kesehatan.

Menurut Meinarwati, data-data serta bukti di lapangan yang ditemukan nanti akan dibawa untuk diekspose di Pemerintah Pusat sekaligus sebagai rujukan mendapatkan Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Tahun 2015 dari Kemenkes RI.

"Penganugerahan Penghargaan Bidang Kesehatan nanti akan diberikan kepada perseorangan maupun institusi yang mendukung penuh program kesehatan melalui berbagai kebijakan-kebijakan yang diambil. Puncak penyerahan piagam akan dilakukan pada saat Peringatan Hari Kesehatan Nasional," katanya.

Dikatakan Meinarwati, selama di Tanah Bumanbu, dirinya bersama Tim Verifikasi sudah mengunjungi beberapa  tempat pelayan kesehatan seperti Puskesmas Satui sekaligus melakukan dialog dengan Kepala Puskesmas berserta stafnya.

Selanjutnya mengunjungi Puskesmas Kecamatan Kusan Hilir yang tak satu pun ditemukan adanya keluhan dan pengaduan dari masyarakat terkait layanan kesehatan. Karena Pemerintah Daerah telah menggratiskan biaya layanan kesehatan terhadap mereka semua.

Hal lain yang cukup berkesan dirasakan Tim Verifikasi terhadap sistem pelayanan kesehatan di Tanah Bumbu adalah terjadwalnya pola kerja bidan yang siaga 24 jam sebagaimana yang terlihat di Poskesdes Mekarjaya. Setiap desa juga memiliki fasilitas Ambulance Desa sehingga lebih mempermudah pelayanan terhadap masyarakat.

"Banyak faktor yang memberikan nilai tambah bagi Tanah Bumbu pada saat verifikasi. Seperti pelayanan kesehatan gratis, adanya ambulance desa, dan tenaga bidan yang selalu siap siaga di  Poskesdes," kata Meinarwati seraya mendukung penuh terhadap Pemkab Tanbu yang saat ini juga dapat merealisasikan program "Satu Milyar Satu Desa" melalui APBD  sehingga layanan kesehatan terhadap masyarakat bisa lebih meningkat.

Terkait hal itu Penjabat Bupati Tanah Bumbu menyambut baik atas  kedatangan tim verifikasi dari Kemenkes yang secara langsung dapat melihat layanan kesehatan di masyarakat.

Melalui kunjungan tersebut diharapkan dapat memotivasi Aparatur Pemkab Tanah Bumbu dan jajaran tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan kontribusi terhadap pelayanan di bidang kesehatan sehingga berdampak langsung pada derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Bumbu.

Wahyuddin juga berharap kedatangan Tim dari Kemenkes dapat memberikan masukan dan inovasi baru kepada Pemerintah Daerah, sehingga ke depannya sistem layanan kesehatan di Tanah Bumbu menjadi lebih baik lagi.

Kepala Dinkes Tanah Bumbu, H.M. Damrah, S.Sos, M.Si mengatakan Kabupaten Tanah Bumbu merupakan satu-satunya wilayah di Propinsi Kalimantan Selatan yang mendapat kunjungan dari Tim Verifikasi Lapangan Kementerian Kesehatan sebagai Calon Penerima Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada.

"Program layanan kesehatan di Tanah Bumbu juga dibantu oleh SKPD lain seperti TP PKK, Kantor Ketahanan Pangan Daerah melalui Lomba Menu Makanan Bergizi dan Sehat, Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak, Disporabudpar, BKD dan sejumlah SKPD lainnya," kata Damrah. (Adv/Relhum)

 
Copyright © 2015 SARAJUT. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger