Politik    Sosial    Advertorial    Ekonomi    Editorial    Hukum    Keagamaan    Kecelakaan    Kesehatan    Kriminalitas    Lingkungan    Lipsus    Musik    Sport   
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Lingkungan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Lingkungan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

BLHD Kotabaru Gelar Sosialisasi Program Sekolah Berbasis Lingkungan

KOTABARU,
Badan Lingkungan Hidup Daerah ( BLHD ) Kabupaten Kotabaru menggelar sosialisasi Program Adiwiyata (Sekolah Berbasis Lingkungan) dengan mengundang pihak sekolah dan instansi lainnya, di Ballroom Grand Surya Hotel, Kamis ( 10/9/15).
  
BLHD juga memfasilitasi pameran bermacam produk yang dibuat para pelajar dari bahan limbah. 

Aminullah, SH, Kasubbid Pemulihan BLHD mengatakan, ada 6 sekolah yang mengikuti pameran produk berbahan limbah dan sampah non organik yang didaur ulang menjadi produk; baju, tas, dan lainnya. Sedangkan sampah non organik dibuat pupuk kompos.

6 sekolah itu adalah SMKN 2, MAN, SMPN 5, SMP Indocement Tarjun, SD Stagen  3 sekolah diantaranya masuk program Adiwiyata tingkat Nasional (SMKN 2, SD Stagen, MAN dan lainnya masih diverifikasi. 

Sekolah yang mendapatkan predikat Adiwiyata Nasional itu sudah diseleksi dan melewati proses verifikasi tingkat Kabupaten dan Propinsi. Sekolah yang layak dimasukkan ke program Adiwiyata itu sekolah yang memiliki pengelolaan lingkungan dan kebijakan yang berbasis lingkungan. Inti penilaiannya adalah proses pembiasaan sekolah yang melaksanakan kebijakan yang berwawasan lingkungan sampai program lingkungan, bahkan dalam anggaran sekolah diwajibkan menyisihkan 30 persen untuk program pengelolan lingkungan bersangkutan.

"Tidak hanyar berkreasi mengolah barang bekas menjadi produk yang bisa dimanfaatkan, ada juga hasil daur ulang sampah yang dibuat menjadi pupuk, dijual dan menghasilkan nilai tambah bagi sekolah bersangkutan," jelas Aminullah. (Wan)
 

[Advertorial] SMAN 1 Simpang Empat Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional

TANAH BUMBU,
Pemkab Tanah Bumbu terus berupaya merintis program pendidikan untuk menjadikan Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional. Satu sekolah atau lembaga pendidikan yang saat ini dirintis untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional adalah  SMAN 1 di Kecamatan Simpang Empat.


"Dengan Sekolah Adiwiyata akan melatih para siswa untuk lebih cinta lingkungan,� kata Pj Bupati Tanah Bumbu, Drs. H. Wahyudin, M.AP melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Drs Abdul Latif  saat Peringatan Hari Puspa dan Satwa Nasional di SMAN 1 Simpang Empat belum lama tadi.


Terkait Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, tambah Abdul Latif, hendaknya juga jadi momentum bagi kita semua agar lebih meningkatkan kepedulian, perlindungan, dan pelestarian terhadap puspa dan satwa nasional.


Puspa dan satwa merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang menjadi modal penting dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia serta menjaga keseimbangan ekosistem.


Oleh karena itu konservasi keanekaragaman hayati perlu terus dilakukan demi kelangsungan program pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor seperti kehutanan, pertanian, perikanan, kesehatan, ilmu pengetahuan, industri, kepariwisataan dan lain sebagainya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMAN 1 Simpang Empat, M. Condro Kasianto, M.Pd, menambahkan pihaknya juga telah berusaha semaksimal mungkin agar sekolahnya berhasil meraih prestasi di tingkat nasional. 



�Kami terus berupaya untuk menjadikan SMAN 1 Simpang Empat meraih prestasi di tingkat nasional yaitu melalui Sekolah Adiwiyata Mandiri,� kata Condro Kasianto dalam acara tersebut.


Upaya meraih prestasi tambahnya, sudah dilakukan pihak sekolah selama satu tahun dengan cara  memenuhi berbagai syarat dan ketentuan yang diberikan oleh  Pemerintah Pusat.


Dan sebelumnya SMAN 1 Simpang Empat tepatnya di bulan Desember 2014 juga sempat meraih prestasi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.


�Tahun 2014 lalu SMAN 1 Simpang Empat mewakili propinsi berhasil meraih prestasi Sekolah Adiwiyata. Tahapan yang lebih tinggi lagi kami akan berupaya meraih prestasi sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri,� ujar Condro Kasianto.


Sekolah Adiwiyata katanya, adalah sekolah yang dapat menciptakan kondisi yang baik sebagai tempat belajar dan menyadarkan warga sekolahnya akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Peringatan hari Cinta Puspa dianggap sebagai bentuk kepedulian seluruh warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan dan hewan yang merupakan bagian dari upaya pihak sekolah dalam meraih prestasi Adiwiyata Mandiri tersebut.



�Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekolah pada pelestarian lingkungan dan satwa serta upaya pihak sekolah yang menjalankan amanah sebagai Sekolah Adiwiyata,� ujarnya.


Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional jelas Condro, semestinya tidak hanya diperingati secara seremonial saja, namun lebih dari itu melalui kegiatan ini pula pihak sekolah bisa menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap siswa dan siswi untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari kelangsungan hidup bagi kita semua.


Nilai-nilai luhur yang ditanamkan sekolah tersebut membuahkan kreativitas bagi siswa dan siswi SMAN 1 Simpang Empat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dengan membangun Rumah Anggrek, Menanam Pohon, serta melepas satwa nasional.
�Pada Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ini, para siswa dan siswi telah membangun rumah anggrek, yang mana terdapat berbagai jenis tanaman anggrek yang nantinya akan dilestarikan di sekolah. Selain itu juga telah dilepasnya satwa nasional berupa burung merpati dan kutilang,� katanya.



Condro juga mengatakan, keberhasilan SMAN 1 dalam meraih prestasi Sekolah Adiwiyata Nasional dan Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional tak terlepas pula dukungan dari berbagai pihak seperti Pemkab Tanah Bumbu melalui Dinas Pendidikan.

Termasuk juga dari pihak Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Komite Sekolah, Guru dan Siswa serta pihak perusahaan yang telah membantu berbagai sarana dan prasarana. (Adv/Relhum)

4 Sekolah Ikuti Lomba Adiwiyata



TANAH BUMBU,
Setidaknya terdapat 4 sekolah di Tanah Bumbu yang diikutsertakan pada Lomba Adiwiyata Tingkat Propinsi Kalsel karena sebelumnya meraih juara pada lomba di tingkat kabupaten.

Hal itu seperti dirilis oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tanah Bumbu, pada Januari 2016 lalu.
 Ke-4 sekolah tersebut adalah SDN 1 Tungkaran Pangeran di Kecamatan Simpang Empat, SMPN 1 Kusan Hilir, dan SMAN 1 Sungai Loban untuk kategori Adiwiyata. sedangkan SMAN 1 Simpang Empat untuk kategori Adiwiyata Mandiri Nasional. Pelaksanaan Lomba Tingkat Propinsi tersebut akan dimulai Tim Panitia sekira bulan Pebruari dan Maret 2016. 


Pemkab Tanah Bumbu melalui SKPD terkait mendukung penuh program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat ini melalui Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuanya adalah untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya warga sekolah akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup sekitar. 
BLHD Tanah Bumbu melakukan sosialisasi, memberikan pembinaan dan sekaligus membuat program belajar di sekolah yang berbasis lingkungan. Selain itu juga tidak jarang melakukan sosialisasi teknis pengelolaan sampah dan menyalurkan bantuan bibit tanaman ke sejumlah sekolah, sehingga ke depannya agar seluruh warga sekolah lebih mampu membiasakan diri untuk menjaga dan memelihara sekaligus melestarikan lingkungan hidup mereka dimanapun mereka tinggal dan beraktivitas. (Adv/Relhum)

Program Peduli Lanal Kotabaru; Bagikan Air ke Warga

KOTABARU,
Pangkalan TNI AL (Lanal) Kotabaru terus kucurkan air.

Selain program rutin pembagian air secara gratis setiap hari Jumat, dalam kondisi warga banyak mengalami kesulitan air bersih, Lanal Kotabaru juga melakukan pembagian air pada hari-hari lainnya.
  
Danlanal Kotabaru, Letkol Laut (P ) Bagus Handoko, SH melalui Kepala Satuan Pembekalan Lanal Kotabaru Lettu Laut (T) Syukron, K mengatakan, pihaknya terus melakukan pembagian air secara gratis ke para yang membutuhkan.

Pada Minggu (1/11/15),  sekira jam 10.20 WITa hingga 12.55 WITa, Bhakti Sosial Peduli Bencana Kekeringan Lanal Kotabaru, melanjutkan pembagian air bersih gratis ke para warga di lingkungan RT 01 dan RT 05 Kelurahan Kotabaru Hulu. 


Kemudian sekira jam 14.00 WITa hingga 15.00 WITa, membagikan air ke para warga di lingkungan RT 01 dan RT 05 Desa Hilir Muara.

Sekira jam 16.30 WITa hingga 17.40 WITa, dilanjutkan ke para warga di Komplek Perumahan Dinas di Desa Stagen dan sekitarnya.

Dilanjutkan sekira jam 20.30 WITa hingga 21.40 WITa, pembagian air ke lingkungan RT 16 Rampa Baru Desa Semayap.

"Pengangkutan air bersih tersebut menggunakan mobil tangki milik Lanal Kotabaru," ujar Lettu Syukron.


Air bersih tak hanya diberikan ke para warga, juga membagikannya ke Pondok Pesanteren Raudhatul Jannah dan Mesjid Al Muhajirin di Desa Hilir Muara.


Kemarin kami membagikan air bersih ke para warga di lingkungan RT 12 Desa Dirgahayu, RT 9 Desa Stagen dan RT 20 Desa Semayap," tutup Lettu Syukron. (IwanJbt14)

BLHD Gelar Workshop Bagi Rumah Makan dan Restoran

KOTABARU,
"Workshop ini bertujuan antara lain memberikan pengetahuan bagaimana cara pengelolaan lingkungan khususnya limbah rumah makan dan restoran."

Hal itu disampaikan oleh Ir. Haris Mufasi dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kotabaru pada pelaksanaan workshop terkait pengelolaan lingkungan bagi rumah makan dan restoran se Kecamatan Pulau Laut Utara Kotabaru, Selasa (24/11/15) lalu.

Mengambil tempat di satu hotel di Kotabaru, BLHD Kotabaru berharap workshop tersebut paling tidak sudah memberikan pengetahuan dan penerapannya bagi pengelola rumah makan dan restoran.
 
"Kami mengikuti workshop ini ingin mendapatkan pengarahan dan pengetahuan bagaimana mengelola limbah restoran dan rumah Makan," ungkap Suriansyah, seorang Peserta.

Lidia Panitia Pelaksana mengatakan, workshop dilaksanakan untuk selama 2 hari; hari pertama bagi pemilik restoran dan hari kedua diperuntukkan bagi pengelola hotel dan penginapan. (Iwan Hard)


 

Pj Bupati Tanah Bumbu Sambut Kedatangan Kapsul Waktu

TANAH BUMBU,
Pj. Bupati Tanah Bumbu, H. Wahyuddin ikut mendampingi Pj Gubernur Kalsel, Tarmini A. Karim menyambut datangnya Kapsul Waktu yang dibawa oleh Tim Expedisi Kapsul Waktu, Sabtu (24/10/15), di Banjarmasin.

Tabung yang berisi aspirasi atau mimpi masyarakat Kalsel diserahterimakan di Halaman Pemko Banjarmasin dan Pj. Gubernur Kalsel memasukkan aspirasi/impian warga Kalsel kedalam tabung berlogo 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia. Aspirasi dan impian tersebut akan dibuka kembali pada tahun 2085 atau 70 tahun yang akan datang.


Kapsul Waktu tersebut mengelilingi Indonesia, dan Kalsel merupakan satu diantara Propinsi yang mendapat kunjungan. Expedisi Kapsul Waktu tersebut akan berakhir di Kabupaten Marauke, Papua. Dan Rencananya Kapsul Waktu itu akan disimpan di monumen.


Adapun Aspirasi/Impian masyarakat Kalsel tersebut yaitu; 1) Terwujudnya sarana dan prasarana transportasi darat, laut, dan udara yang baik, lancar, aman, dan terjangkau. Melalui adanya sistem perkeretaapian di Kalimantan, Jembatan Pulau Laut Pulau Kalimantan, dan Jembatan Antar Propinsi, 2) Terwujudnya pembangunan yang ramah lingkungan dan pengembangan kawasan ekonomi khusus dan kreatif yang akan membawa kehidupan masyarakat dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan kesejahteraan masyarakat lebih baik, 3) Terwujudnya penyelenggaraan pemerintah yang baik dan pemerintah yang bersih dengan sistem yang efektif dan penegakan hukum yang independen, 4) Terwujudnya pelayanan masyarakat yang prima oleh pemerintah dengan adanya perijinan yang cepat dan murah, 5) Terwujudnya pengelolaan lingkungan yang baik dan bertanggungjawab untuk peningkatan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Kalsel, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan satu indikator lingkungan sebagai destinasi wisata domestik dan internasional, 6) Terwujudnya Kamtibmas (Keamanan Ketertiban Masyarakat) yang kondusif dan sistem ketahanan nasional melalui ketahanan energi, dan 7) Terwujudnya sumberdaya manusia yang berbudaya dan berkarakter melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang merata, murah, gratis berkualitas. (Relhum)

Distanpanak Tanah Bumbu Laksanakan Sekolah Lapang Kegiatan Pertanian

TANAH BUMBU,
Guna memperbaiki proses produksi budidaya tanaman menjadi ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas produk agar sesuai standar uji kualitas produksi, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) Kabupaten Tanah Bumbu menyelenggarakan Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP).  

Abdul Karim, Kepala Disttanpanak mengatakan, era pasar bebas menghendaki produk yang aman konsumsi, bermutu, dan diproduksi secara ramah lingkungan dan berdaya saing. Terlebih dalam menghadapi ASEAN Economic Community yang berlaku sejak 31 Desember 2015 yang lalu.


Untuk itu Pemerintah Daerah berkomitmen dan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing produk yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Tanah Bumbu sehingga dapat bersaing dengan produk luar. Untuk itulah diselengarakan SL-GAP. 


"Kondisi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah konkrit di tingkat Kelompok Tani/Gapoktan agar mampu memenuhi persyaratan yang diinginkan pasar regional ASEAN," ujar Abdul Karim, saat membuka SL-GAP khusus Tanaman Cabai, beberapa waktu lalu di Desa Giri Mulya Kecamatan Kuranji.


Ditambahkannya, diselenggarakannya SL-GAP juga berfungsi sebagai percontohan teknologi dalam penerapan Good Agriculture Practices/Standart Operasional Prosedure (GAP/SOP) di kawasan sentral dan pengembangan cabai. Pada kegiatan ini seluruh kriteria pedoman budidaya cabai yang baik akan diedukasikan dan dipraktekan, tujuannya adalah agar Kelompok Tani/Gapoktan mampu menghasilkan produk cabai yang aman konsumsi, bermutu, dan berdaya saing melalui penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Narasumber pada SL-GAP yaitu para Petugas dari Distanpanak Kabupaten Tanah Bumbu.

Sasaran penerapan pelaksanaan kegiatan SL-GAP untuk mempercepat penerapan GAP/SOP oleh Kelompok Tani/Gapoktan. Secara khusus dengan penerapan ini diharapkan lahan usaha tersebut siap diregenerasi.
 

Masih menurut Abdul Karim, untuk pelaksanaan SL-GAP diselenggarakan sebanyak 10kali  pertemuan. Dalam pertemuan dengan Kelompok Tani dilakukan proses transfer ilmu dari Petugas ke Kelompok Tani penerima kegiatan serta penerapan aplikasi jaringan irigasi tetes. (Relhum)

Areal PT Inhutani Terbakar, Polres Kotabaru Periksa 25 Saksi

KOTABARU,
Setidaknya 25 orang diperiksa sebagai Saksi oleh Reskrimsus Polres Kotabaru terkait terbakarnya areal milik PT Inhutani II Kotabaru, Kamis (22/10/15).

Yang terbakar merupakan areal Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) milik PT Inhutani II yang meliputi wilayah Kecamatan Pulau laut Selatan dan Kecamatan Pulau laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru.

Turut diperiksa antara lain Cipta Purwita, Dirut PT Inhutani dan Bambang Setia Budi selaku Direktur PT Inhutani II Kotabaru. Selain itu Saksi yang diperiksa terdiri dari para Karyawan Perusahaan, Warga Setempat dan Ahli.

courtesy : pojoksatu.id
"Mereka diperiksa terkait ijin dan prosedur pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, serta sejauh mana mereka melaksanakan prosedur tersebut," ungkap pihak Polres Kotabaru.

Sementara ini pihak Polres Kotabaru belum bisa merinci berapa jumlah kerugian yang diakibatkan oleh terbakarnya areal tersebut, hingga menunggu keterangan para Ahli di bidang kerusakan lingkungan, Ahli Hukum Lingkungan dan Ahli di bidang korporasi. (IwanJbt14)

Maknai Hari Sumpah Pemuda, KNPI Tanah Bumbu Upacara di Goa Liang Bangkai

TANAH BUMBU,
Memaknai Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 87 Tanggal 28 Oktober 2015, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan upacara Bendera di Goa Liang Bangkai, Kecamatan Mantewe.

Ketua KNPI Kabupaten Tanah Bumbu, Syamsisar, S.Pd.I, MM mengatakan, dipilihnya Goa Liang Bangkai menjadi tempat pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda seiring pula dengan Tema Nasional ke 87 yaitu Revolusi Mental untuk Kebangkitan Menuju Aksi Satu Untuk Bumi. 
"Tema Sumpah Pemuda Tahun 2015 kami maknai dengan mencintai alam," kata Syamsisar. 

Menurutnya bencana asap yang terjadi saat ini dikarenakan kurang cintanya terhadap alam, sehingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Yang parahnya lagi kebakaran hutan dan lahan tersebut dikarenakan faktor kesengajaan.
Untuk itu Syamsisar mengajak kepada pemuda dan pemudi untuk peduli dengan alam dan lingkungan melalui aksi-aksi nyata dengan menggalakan Karang Taruna di desa masing-masing untuk terlibat dalam kegiatan menjaga kelestarian alam.
"Setidaknya, pemuda pemudi melalui Karang Taruna menjadi pendorong utama bagi masyarakat untuk bersama-sama melestarikan alam dan lingkungan," ujar Syamsisar saat menjadi Pembina Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Selain menggelar Upacara Bendera, di hari yang sama, KNPI Tanah Bumbu juga melaksanakan Seminar Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda dan Bangsa yang diikuti oleh Pelajar dan Pemuda se Kecamatan Mantewe. (Relhum)

Gabungan Ormas Kotabaru Akan Unjukrasa Penjabat Bupati, DPRD dan Polres

Bang Tungku, Penggiat Ormas
KOTABARU,
Tokoh Ormas Kotabaru, Hardiyandi atau Bang Tungku berencana akan kembali berunjukrasa ke Kantor Bupati, DPRD dan Polres Kotabaru. Rencana itu disampaikannya, Jumat (23/10/15). 

"Di kantor Bupati kami akan menyampaikan petisi yang intinya kepada Penjabat Bupati, DR. Ir. H. Isra agar menjelaskan proses pembangunan pelebaran Taman Siring Laut yang dikatakan dananya bersumber dari PT. SILO, serta meminta penjelasan proses pembangunan Waduk Gunung Bahalang. Kami meminta kedua proyek itu dijelasakan ke publik," ungkap Bang Tungku.

Ditambahkannya, setelah dari kantor Bupati, pihaknya akan bergerak ke gedung DPRD untuk menyampaikan surat tertulis dari Ormas yang diminta DPRD waktu hearing pada tanggal 18 Agustus 2015 lalu.

"Pada waktu itu DPRD meminta secara tertulis kepada Gabungan Ormas terkait keterbukaan berapa jumlah bantuan dan atau dana CSR dari perusahaan-perusahaan di Kotabaru sejak Tahun 2011 hingga 23015, dan dipergunakan untuk apa saja. Waktu itu hearing gagal dan sampai saat ini belum ada jadual hearing lagi terkait masalah itu," katanya.

Selanjutnya menurut Bang Tungku, rute terakhir unjukrasa pihaknya akan meyampaikan laporan dugaan korupsi ke Mapolres Kotabaru.

"Tidak hanya itu,  kami juga akan ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup; melaporkan  kerusakan hutan dan lingkungan yang terjadi di Kotabaru. Kami akan menggelar unjukrasa itu pada hari Kamis depan," tutup Bang Tungku. (JCO)

Sosialisasi Anti Faham Radikalisme Bagi Para Murid SLTA

TANAH BUMBU,
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Propinsi Kalsel melakukan sosialisasi Faham Radikalisme dan Terorisme bagi para muris tingkat SLTA di Kabupaten Tanah Bumbu.
 
Dengan sosialisasi ini diharapkan  generasi muda  di Kabupaten Tanah Bumbu akan lebih waspada terhadap ancaman dari luar dan juga sebagai modal  bagi murid memahami lingkungan sehingga tidak mudah terpengaruh dengan adanya aliran radikal.

�Ini penting mengingat murid khususnya dan generasi muda umumnya adalah target utama propaganda radikalisme,� ujar Darmiadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tanah Bumbu pada saat membuka Sosialisasi, Sabtu (24/10/15) lalu, di Aula Gedung Sekretariat TP PKK Tanah Bumbu, Simpang Empat.

Pengurus FKPT Propinsi Kalsel, Drs. Aliansyah Mahadi, M.AP mengatakan, Sosialisasi ini merupakan program kerja dari FKPT untuk membantu pencegahan terorisme di daerah serta mengantisipasi tumbuh kembangnya paham radikalisme.

�Dilihat dari letak geografisnya, Kalsel bisa dimasuki melalui jalur darat maupun laut. Selain itu juga, bisa dijadikan perekrutan bagi anggota baru terorisme. Ini  yang harus kita waspadai dan cegah,� ujar Aliansyah.

Menurut Aliansyah, setiap orang bisa menjadi sasaran penyebarluasan paham terorisme. Namun biasanya yang rentan yaitu orang yang bingung, orang yang merasa tak berharga, orang yang tak kritis, orang yang tertutup atau pendiam diluar kelompoknya, orang yang tak toleran terhadap kelompok lain, serta orang yang mudah meledak-ledak.

Untuk membantu menangkal penyebaran paham terorisme dengan menyebarkan paham keterbukaan. Dengan keterbukaan bisa mencegah aksi terror.

�Dengan keterbukaan, pengenalan terhadap orang lain akan meningkat. Cara paling mudah, misalnya mengenal orang di lingkungan terdekat, seperti tetangga, warga komplek, kantor, dan lainnya. Selain mempererat hubungan, hal tersebut sangat efektif mencegah pelaku teror bersembungi di tengah masyarakat," tutup Aliansyah. (Relhum)

Remaja Katholik Peduli Lingkungan

KOTABARU,
Tak kurang dari 50 remaja dari Paroki Batulicin melakukan penanaman bibit pohon di lokasi Goa Wisata Religi di Desa Mandam Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru, Minggu (3/1/16).

Para remaja itu berasal dari berbagai tempat di wilayah Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu. Dipimpin langsung oleh Romo Antonius Wahyuliana, CM, Pastur Paroki Batulicin yang membawahi seluruh Gereja Katholik di wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru, ditanam berbagai bibit pohon buah-buahan.

"Ini pertama kali kami lakukan, penanaman bibit pohon buah yang memiliki akar cukup kuat, antara lain Mangga, Kedondong dan Jambu Hutan. Ditanam diantara pohon buah hutan yang sudah ada seperti Durian, dan Langsat, serta pohon seperti Ulin, Meranti dan Keruing yang sudah mulai langka," ungkap Romo Wahyu.

Menurut Romo Wahyu, penanaman pohon ini dimaksudkan agar para remaja peduli lingkungan dan kelestarian alam. (ISP)

Warga Tolak Pembangunan Gedung Sarang Burung

TANAH BUMBU,
Warga RT 05 Desa Sungai Danau Kecamatan Satui melakukan penolakan terhadap rencana pembangunan gedung sarang burung di lingkungan pemukiman mereka.

Meski Nirlan Sianipar, yang akan membangun gedung sarang burung itu sempat mengiming-imingi akan memberi tiap warga sebesar Rp 100 ribu, warga tetap menolak. Alasan para warga menolak adalah karena takut bising, juga kotoran burung yang menurut mereka bisa menimbulkan penyakit flu burung.

Sempat terjadi perdebatan sengit antara pihak Nirlan Sianipar dengan para warga, sehingga diadakan rapat antara kedua pihak dengan dihadiri Muspika Satui. Dalam rapat tersebut diputuskan tak ada ijin untuk pembangunan gedung sarang burung, warga pun menang.

"Sarang burung itu sangat berisik, sangat mengganggu ketenangan warga. Kami tak mau lagi terulang ada pembangunan gedung sarang burung di lingkungan kami," ungkap Tuhalus, Tokoh Warga yang adalah Purnawirawan TNI AD.

"Kami sudah memberitahu kepada yang bersangkutan agar menghentikan pembangunan sarang burung itu, apalagi tak ada ijin yang jelas dari Pemerintah setempat," kata Abdullah, seorang warga. (Eddy)


[Adv] Ribuan Pohon Ditanam di Lokasi Goa Liang Bangkai

courtesy : Me2t
TANAH BUMBU,
Langkah nyata dari Pemkab Tanah Bumbu untuk menjaga kelestarian alam, diwujudkan dengan melakukan penanaman pohon secara serentak di lokasi objek wisata Goa Liang Bangkai di Desa Dukuh Rejo Kecamatan Mantewe.

Ini dilakukan dalam rangka Hari Menanam Pohon Nasional 2015, yang bertemakan "Ayo Kerja Tanam dan Pelihara Pohon Untuk Hidup Yang Lebih Baik". Setidaknya 4 ribu bibit pohon ditanam di kawasan lokasi objek wisata itu.

Di bagian lain masyarakat seluruh Indonesia juga turut berpartisipasi menjaga lingkungan untuk mengatasi dampak iklim global," kata Pj Bupati Tanah Bumbu, Drs H Wahyuddin M.AP saat penanaman pohon tersebut. 

Diharapkan kegiatan penanaman pohon ini menjadi motivasi bagi masyarakat sekitar agar senantiasa menjaga kelestarian alam khususnya yang berada di kawasan obyek wisata itu. Dengan kondisi alam yang sehat dipastikan dapat menambah daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang ke lokasi tersebut. 


"Mari kita tingkatkan upaya untuk melestarikan alam dengan gemar menanam pohon. Ini juga merupakan wujud nyata dalam menjaga keanekaragaman hayati untuk memenuhi kebutuhan generasi kita di masa akan datang," kata Pj Bupati. 

Adapun jenis bibit pohon yang ditanam antara lain Mahoni, Ulin, Kuku, Gaharu, Pohon Tanjung, dan Asam Jawa.

courtesy : Me2t

"Kami ingin memberikan motivasi kepada masyarakat agar lebih cinta lingkungan dengan menanam pohon ini, sehingga mereka mau menjaga dan merawat pohon yang sudah ditanam sampai nantinya tumbuh besar," kata Hanif Faisol Nurrofiq, Kepala Dinas Kehutanan Tanah Bumbu. (Adv/Relhum)

DWP Tanah Bumbu Peringati Hari Jadi dan Hari Ibu

TANAH BUMBU,
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanah Bumbu memperingati Hari Jadinya ke 16 sekaligus Hari Ibu ke 87.

Diselenggarakan di Gedung Mahligai Bersujud, dengan tema "Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Menuju Ketahanan Keluarga", dan "Kesetaraan Perempuan Dan Laki-laki Dalam Mewujudkan Lingkungan Yang Kondusif Untuk Perlindungan Perempuan Dan Anak".

Hadir pada acara tersebut Penasihat DWP Tanah Bumbu, Hj. Etty Noer Sa'adah Wahyuddin, Ketua DWP Tanah Bumbu, Hj. Yulianty Zairina Said, Ketua dan Anggota DWP, Badan, Dinas, Kantor, Bagian dan Kecamatan, Ketua dan anggota Gabungan Organisasi Wanita se Kabupaten Tanah Bumbu.

Hj. Etty Noer Sa'adah dalam sambutannya mengatakan, semoga peran dan kontribusi ibu di Tanah Bumbu lebih meningkat, baik dalam keluarga maupun organisasi, terutama bagi upaya mewujudkan kesejahterraan keluarga. Perempuan memiliki kepedulian yang besar terhadap pengembangan SDM yang menjadi modal utama dalam setiap gerak langkah pembangunan.

Acara dimeriahkan dengan pembagian doorprize dan pemotongan nasi tumpeng dan tiup lilin HUT ke 16 DWP Tanah Bumbu. (Relhum)


Warga Bingung Pilih Calon Gubernur

KOTABARU,
Pemilukada serentak sudah semakin dekat, namun tak sedikit warga yang masih bingung untuk memilih Paslon Kepala Daerah yang mana akan dipilih.

Inilah yang menjadi ganjalan di banyak warga di Desa Sekapung Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru.

"Kami tahunya memilih Bupati saja, bingung mau memilih Gubernur siapa," ungkap seorang warga Sekapung.

Selain itu yang juga menjadi permasalahan serius adalah rendahnya minat warga dalam menggunakan hak pilihnya. Dari sebanyak 1.700 pemilih pada Pemilu Legislatif (Pileg) lalu di Desa Sekapung, hanya terdapat 900 warga Desa yang menggunakan hak pilihnya.

"Yang banyak tak menggunakan hak pilihnya adalah para karyawan perusahaan. Ini disebabkan oleh waktu kerja dan TPS yang berada di luar lingkungan perusahaan," ungkap seorang warga lainnya. (ISp)
?




--
Dikirim dari Gmail iPad

Mendaftar dan Pengambilan Kompor Gratis Malah Bayar

courtesy : antarafoto.com
TANAH BUMBU,
Untuk mendapatkan kompor gas pembagian secara gratis, warga mesti merogoh kocek.

Konversi BBM Minyak Tanah ke Gas yang merupakan Program Pemerintah Pusat, adalah dengan dibagikannya peralatan kompor ke para warga.

Di Tanah Bumbu pembagian kompor ke para warga dilakukan dengan memungut biaya yang jumlahnya bervariasi. Ini dikarenakan dampak dari tak adanya biaya angkut dari Kantor Desa dimana kompor-kompor berikut tabungnya ditempatkan untuk kemudian diambil oleh masing-masing RT.

Menurut keterangan warga, di Desa Sungai Danau Kecamatan Satui tiap warga yang akan mengambil kompor mesti merogoh kocek sebesar Rp 2 ribu. Sedangkan di Desa Sejahtera Kecamatan Simpang Empat, warga di lingkungan RT II, mesti membayar sebesar Rp 10 ribu, dan ini diumumkan di surau setempat oleh Petugas RT.

Namun rupanya selain membayar untuk mendapatkan kompor, warga RT II Desa Sejahtera, terdapat pula warga yang mengaku justru telah membayar saat didaftar oleh Petugas RT. Mereka ada yang membayar Rp 10 ribu hingga Rp 40 ribu sebagai uang pendaftaran. (JCO)

Pemuda Pasar Minggu Gotong Royong Benahi Fasilitas Umum

TANAH BUMBU,
Para Pemuda yang tergabung dalam perkumpulan Persaudaraan Pemuda Pusat Niaga Bersujud (P3NB), bergotong royong memperbaiki fasilitas umum yang berada di lingkungan Pusat Niaga Bersujud (Pasar Minggu), Sabtu (23/1/16).

Fasilitas umum yang diperbaiki adalah penutup saluran air yang terlalu tinggi, sehingga sering kendaraan roda empat yang keluar masuk ke lokasi pasar tersangkut. Disamping itu juga menutupi bagian yang tergenang air.

Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua P3NB, Irwansyah (Iwan) dengan mengerahkan para anggotanya.

Ke depannya kegiatan tersebut akan terus dilakukan mengingat untuk kenyamanan dan keamanan para pengunjung pasar. (ISP)


Air Sungai Kusan Tercemar, DPRD Akan Panggil PT KAM

TANAH BUMBU,
Air Sungai Kusan dinyatakan tercemar, tak bisa dikonsumsi langsung.

Hasil pemeriksaan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tanah Bumbu, sementara ini menyatakan air Sungai Kusan tercemar disebabkan pasca pembukaan lahan perkebunan oleh PT Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM).

Hal itu juga diungkapkan oleh Anggota DPRD Tanah Bumbu dari Komisi III, M. Syarifuddin, yang ikut melakukan pengambilan sampel air sungai di wilayah Desa Satiung dan Salimuran Kecamatan Kusan Hilir beberapa hari lalu.

Ditambahkannya, pihak DPRD Tanah Bumbu melalui Komisi III akan segera memanggil pihak PT KAM terkait masalah yang membuat warga di bangaran Sungai Kusan menjadi resah.

"Untuk sementara solusi yang bisa diambil adalah dengan menutup saluran pembuangan dari lahan kebun itu ke sungai," ujar Syarifuddin. (ISP)


Media Gathering PT ITP Kunjungi Panti Asuhan di Kotabaru


KOTABARU,
Terkait kegiatan Media Gathering akhir tahun, Manajemen PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk (ITP) Tarjun dan para Awak Media mengunjungi Panti Asuhan Al Istiqomah di Jalan Bima Kotabaru, Jumat (11/12/15).
  .

"Mengurus panti perlu kesabaran dan ketegasan. Kalau tidak ada ketegasan bisa terjadi hal-hal tak diinginkan yang dilakukan oleh anak panti," ungkap Yazid Wakid, Ketua Panti Asuhan yang membina para Dhuafa dan Yatim Piatu.
 

Menurut Yazid, meski binaannya berjumlah sedikit yang penting bekualitas. Pengunaan Narkoba dan Rokok dapat ditanggulangi. Yang tidak bisa dibina akan dikembalikan ke walinya. Adapun pengajaran yang diberikan di panti antara lain mengaji, pelajaran Bahasa Arab dan Matematika. Meski hingga kini belum terdapat anak panti yang berprestasi, pihaknya tetap mendorong agar bisa meraih prestasi di sekolahnya masing-masing. Dan setiap harinya anak binaan panti itu diberikan uang saku dan makan minum.
 
Nur Imansyah, Perwakilan dari Manajemen PT ITP Tarjun pada kunjungan tersebut menyampaikan bantuan uang operasional sebesar Rp 2 Juta berikut perlengkapan olahraga.

"Kunjungan ini bertujuan ingin lebih mengenal Pengurus dan anak-anak panti asuhan. Dan kehadiran PT ITP dengan CSR-nya tidak hanya bisa dinikmati oleh lingkungan di sekitar perusahaan tapi diperluas," ungkap Nur Imansyah. (Iwan)

 

 


 
Copyright © 2015 SARAJUT. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger